Pening lumpuhkan setiap gerak
Hanya menatap atau mungkin tidak
Ku kembali bangun dari pelataran mimpi
Saat itu juga muram makin kudapati
Ah bukan, tidak seperti biasanya ini
Sambil kuayunkan jari jari ku
Aku bertanya ada apa ini?
Semua datang saling memaki
Melupakan setiap seduhan aroma pagi
Saling melempar kata kata berduri
Saling menanamkan luka dalam hati
Hingga suara kata tak ada lagi 
Hanya goresan setiap sentuhan besi
Dan menumbangkan satu jati diri
Tak ada lagi kopi
Tak ada yang mau berbagi
Bahkan semua di anggap telah mati
Hanya pening yang kembali merasuki
Akhirnya ku putuskan untuk menyendiri
Menghilangkan setiap problema pribadi
Hingga saat semua menjadi 
Ku luapkan dalam pena bertinta kopi
#owwdien

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pening lumpuhkan setiap gerak Hanya menatap atau mungkin tidak Ku kembali bangun dari pelataran mimpi Saat itu juga muram makin ...