Suatu malam yang dingin menggigilkan tubuh mungil ini, aku yang berjalan melawan angin diatas motor butut menelusuri jalanan kabupaten rembang hingga kabupaten pati pada pukul 22:15 wib. setelah kami (aku dan huda) sampai di tempat tujuanku, aku beristirahat sejenak melepas lelah perjalanan yang aku tempuh selama kurang lebih 2 jam tersebut, kami saling bersahutan didepan cangkir kopi gang perempatan. tak lama setelah itu hp yang kuletakkan di jacket bergetar getar. ternyata pesan masuk dari salah satu teman karib satu perjuangan sma dan tentunya satu kamar. aku terus mengikuti alur chat yang dia berikan hingga pada titik ketika mataku tak lagi bisa di ajak kompromi akhirnya aku mengakhiri chat tersebut.
setelah mentari menyapa aku melanjutkan perjalanan melintasi pergunungan telogowungu, dan tanpa sepengetahuanku ternyata telphone genggamku sudah tak lagi bernyawa alias kehabisan batrei, so aku tidak bisa melihat chat dari mereka mereka yang perhatian kepadaku. aku mengikuti alur jalan pegunungan tersebut yang sebenarnya aku sendiri tidak mengetahui di mana aku saat itu. aku mulai menyadari bahwa sedang terjadi kegaduhan di dalam diriku, ya perutku tengah demo besar besaran mengadu yang sejak malam tidak ada sedikitpun makanan yang ku bagikan. akhirnya kami menemukan gubuk kecil yang kebetulan ada tempat cas tersedia "ngapunten pak, kulo derek titip ngecas hp nggeh" setelah beberapa menit listrik menancap di hp dan aku pun selesai untuk sarapan, aku mencoba mengidupkan kembali hpku dan tara 20% sudah terisi "lumayan buat perjalanan bisa selfie hhehehe". dan kring kring kring hpku terus berdering pesan masuk dari orang orang yang memperhatikanku terus menghampiri. dari beberapa chat tersebut ada satu yang menjadi titik perhatianku ya chat dari seseorang yang memberitahu bahwa teman ku tengah mengalami kecelakaan parah satu mobil. karena kurang jelas akhirnya aku memeutuskan utnuk menelphonya dan ya tema teman ku tengah berbaring di puskesmas sale rembang dan ada satu korban wanita yang megalami patah tulang akhirnya kami pun( aku dan huda ) memutuskan untuk kembali secepatnya meyusul mereka di rumah sakit.
setelah tepat meningalkan gerbang selamat datang kota pati nasib naas kembali menimpa saya, motor yang saya kendarai tiba tiba macet dan setelah saya cek ternyata kehabisan oli. hadeeeh.... sana sini tengok kanan kiri tak satupun bengkel yang ku jumpai dan setelah berjalan kurang lebih 1 km akhirnya aku pun menjumpai bengkel kecil saat itu. "pak niki kehabisan oli ada solusinya ndak selain harus turun mesin" "tak coba dulu mas". dan alhamdulillah motorku kembali nyala yang hanya diganti oli ny dengan yang baru. hanya beberapa meter aku berjalan sekitar 50 m, memang benar benar hari yang menyebalkan bagiku motor ku kembali macet dan tekunci sekernya akhirnya aku memutuskan untuk berganti bengkel yang lai dan ketemu pada bengkel yang ketika tu lumayan besar, montir bengkel tersebut menyarankan kepada saya untuk membongkar semuanya alia turun mesin. dag dig dug hatiku karena kantongku sedang tidak menyimpan uang. "maaf pak kira kira nanti habis berapa semuanya?" "mungkin sekitar 1 jutaan dek" wuuuih ongkos yang mahal bagi saya yang hanya mengantongi uang 500 ribu saja. setelah lama bernegosiasi akhirnya bengkel tersebut memberi pilihan bagus kepada kami "ya tidak papa dek 500 ribu tapi hanya beberapa yang saya ganti, yang penting bisa sampek rumah kan ?" "ya pak" "ini tidak bisa jadi langsung hari ini dek bagaimana...?" "terus kira kira kapan pak.?" "besok pagi kesini lagi gak papa" "ya sudah pak makasih". aku pun mencoba menghubungi salah satu teman ku yang berdomisili di kota tersebut dan iapun akhirnya menyarankan ku untuk menginap terlebih dulu dirumahnya. karena merasa sudah terlalu banyak ia membantu. saya pun memutuskan untuk langsung menuju rumah sakit umum kota rembang dan berpamitan malam itu, kami diantar sampai di guyangan dan ia memberiku bekal utnuk perjalanan ini, "ini ada sedikit uang bisa kamu gunakan untuk perjalanan" "haduh sudah pak makasih tadi udah banyak ngerepotin kog mboten usah makasih" "kalau ndak kamu terima jangan pernah lagi injakan kakimu di rumahku." yah malu tidak malu akhirnya aku terima uang 100 ribu dari beliau tersebut.
tepat pukul 21:15 kami sampai id rumah sakit tersebut. suasana tegang kembali menyelimuti yang kebetulan orang yang berbaring lemah tersebut adalah mantan kami berdua. pastinya aku dulu baru teman saya hehehhe (kena tikung). ia berbaring menyingkuri kami yang datang waktu itu, entah apa yang ada dipikirannya ia sesekali meneteskan air mata. melihat kondisinya aku langsung teringat terus bagaimana dengan kondisi teman saya yang waktu itu tengah menjadi sopir mobil tersebut.
aku langsung menghubungi salah satu nomor korban kecelakaan tersebut dan alhamdulillah mereka tidak separah yang korban patah tulang alami.
suasana heningpun mulai menyelimuti, aku yang tidur di musholla waktu itu terbangun pada pukul 03.00 wib. aku berjalan menuju kamar korban tadi dan menemaninya yang tidak bisa menutupi kaki membeku kedinginan tersebut. tanpa bicara aku menutupi kakinya dengan selimut disampingnya. lalu kami mulai beradu bola mata dan iapun menceritakan alur cerita sebelum tragedi tersebut menimpa mereka semua.
Anggaplah angin berlalu
Setelah lusa mengelabuhi nanda
Anggaplah bahagia akan tercipta
Setelah hujan kian mereda
Tenanglah mentari akan menyapa
Sekian hari bergelut dengan jeruji kota
Menyebrangi lautan penuh dusta
Berpacu mengendalikan perahu yang kian menua
Dekatlah esok nanda kan terima
Kado manis terindah, berhias seribu bunga
Yang kan Menerangi setiap sudut cahaya
Nikmatilah, angin lusa akan berlalu
#owwdien/23:12/22/07/2017
bersambung ...