Pening lumpuhkan setiap gerak
Hanya menatap atau mungkin tidak
Ku kembali bangun dari pelataran mimpi
Saat itu juga muram makin kudapati
Ah bukan, tidak seperti biasanya ini
Sambil kuayunkan jari jari ku
Aku bertanya ada apa ini?
Semua datang saling memaki
Melupakan setiap seduhan aroma pagi
Saling melempar kata kata berduri
Saling menanamkan luka dalam hati
Hingga suara kata tak ada lagi 
Hanya goresan setiap sentuhan besi
Dan menumbangkan satu jati diri
Tak ada lagi kopi
Tak ada yang mau berbagi
Bahkan semua di anggap telah mati
Hanya pening yang kembali merasuki
Akhirnya ku putuskan untuk menyendiri
Menghilangkan setiap problema pribadi
Hingga saat semua menjadi 
Ku luapkan dalam pena bertinta kopi
#owwdien

Beliau



Serangkai nama ku lukis dalam kertasku
Tercipta titik titik rupa wajahmu
Tak sanggup jika ku tulis tentangmu
Yang ceritakan beribu lautan ilmu
Senyum rautmu ceriakan setiap kehidupan
Menyirami kegersangan setiap layu tanaman
candaanmu selalu atas dasar kema'rifatan
Menyingkap tabir menuju kepengeranan

puisi luka

kau

bohong

mendung bola matamu
petang terangsang semu
memutar dera siksa lara
dalam dekap sengketa kata

membisu antara benci dan cinta
menyita lamunan kejanggalan dusta
menyabung keegoisan dalam berpihak
tak mengindahkan kesetiaan tanpa hak

sebagaimana purnama
menyaksikan persinggahan cinta
menjadi saksi bintang, yang elok bersinar terang
dalam langit kerinduan, kebohongan menjadi mendung tak terelakkan

#owwdien/01/08/2017.22:00

tragedi kala itu

Suatu malam yang dingin menggigilkan tubuh mungil ini, aku yang berjalan melawan angin diatas motor butut menelusuri jalanan kabupaten rembang hingga kabupaten pati pada pukul 22:15 wib. setelah kami (aku dan huda) sampai di tempat tujuanku, aku beristirahat sejenak melepas lelah perjalanan yang aku tempuh selama kurang lebih 2 jam tersebut, kami saling bersahutan didepan cangkir kopi gang perempatan. tak lama setelah itu hp yang kuletakkan di jacket bergetar getar. ternyata pesan masuk dari salah satu teman karib satu perjuangan sma dan tentunya satu kamar. aku terus mengikuti alur chat yang dia berikan hingga pada titik ketika mataku tak lagi bisa di ajak kompromi akhirnya aku mengakhiri chat tersebut.

setelah mentari menyapa aku melanjutkan perjalanan melintasi pergunungan telogowungu, dan tanpa sepengetahuanku ternyata telphone genggamku sudah tak lagi bernyawa alias kehabisan batrei, so aku tidak bisa melihat chat dari mereka mereka yang perhatian kepadaku. aku mengikuti alur jalan pegunungan tersebut yang sebenarnya aku sendiri tidak mengetahui di mana aku saat itu. aku mulai menyadari bahwa sedang terjadi kegaduhan di dalam diriku, ya perutku tengah demo besar besaran mengadu yang sejak malam tidak ada sedikitpun makanan yang ku bagikan. akhirnya kami menemukan gubuk kecil yang kebetulan ada tempat cas tersedia "ngapunten pak, kulo derek titip ngecas hp nggeh" setelah beberapa menit listrik menancap di hp dan aku pun selesai untuk sarapan, aku mencoba mengidupkan kembali hpku dan tara 20% sudah terisi "lumayan buat perjalanan bisa selfie hhehehe". dan kring kring kring hpku terus berdering pesan masuk dari orang orang yang memperhatikanku terus menghampiri. dari beberapa chat tersebut ada satu yang menjadi titik perhatianku ya chat dari seseorang yang memberitahu bahwa teman ku tengah mengalami kecelakaan parah satu mobil. karena kurang jelas akhirnya aku memeutuskan utnuk menelphonya dan ya tema teman ku tengah berbaring di puskesmas sale rembang dan ada satu korban wanita yang megalami patah tulang akhirnya kami pun( aku dan huda ) memutuskan untuk kembali secepatnya meyusul mereka di rumah sakit.
setelah tepat meningalkan gerbang selamat datang kota pati nasib naas kembali menimpa saya, motor yang saya kendarai tiba tiba macet dan setelah saya cek ternyata kehabisan oli. hadeeeh.... sana sini tengok kanan kiri tak satupun bengkel yang ku jumpai dan setelah berjalan kurang lebih 1 km akhirnya aku pun menjumpai bengkel kecil saat itu. "pak niki kehabisan oli ada solusinya ndak selain harus turun mesin" "tak coba dulu mas". dan alhamdulillah motorku kembali nyala yang hanya diganti oli ny dengan yang baru. hanya beberapa meter aku berjalan sekitar 50 m, memang benar benar hari yang menyebalkan bagiku motor ku kembali macet dan tekunci sekernya akhirnya aku memutuskan untuk berganti bengkel yang lai dan ketemu pada bengkel yang ketika tu lumayan besar, montir bengkel tersebut menyarankan kepada saya untuk membongkar semuanya alia turun mesin. dag dig dug hatiku karena kantongku sedang tidak menyimpan uang. "maaf pak kira kira nanti habis berapa semuanya?" "mungkin sekitar 1 jutaan dek" wuuuih ongkos yang mahal bagi saya yang hanya mengantongi uang 500 ribu saja. setelah lama bernegosiasi akhirnya bengkel tersebut memberi pilihan bagus kepada kami "ya tidak papa dek 500 ribu tapi hanya beberapa yang saya ganti, yang penting bisa sampek rumah kan ?" "ya pak" "ini tidak bisa jadi langsung hari ini dek bagaimana...?" "terus kira kira kapan pak.?" "besok pagi kesini lagi gak papa" "ya sudah pak makasih". aku pun mencoba menghubungi salah satu teman ku yang berdomisili di kota tersebut dan iapun akhirnya menyarankan ku untuk menginap terlebih dulu dirumahnya. karena merasa sudah terlalu banyak ia membantu. saya pun memutuskan untuk langsung menuju rumah sakit umum kota rembang dan berpamitan malam itu, kami diantar sampai di guyangan dan ia memberiku bekal utnuk perjalanan ini, "ini ada sedikit uang bisa kamu gunakan untuk perjalanan" "haduh sudah pak makasih tadi udah banyak ngerepotin kog mboten usah makasih" "kalau ndak kamu terima jangan pernah lagi injakan kakimu di rumahku." yah malu tidak malu akhirnya aku terima uang 100 ribu dari beliau tersebut.
tepat pukul 21:15 kami sampai id rumah sakit tersebut. suasana tegang kembali menyelimuti yang kebetulan orang yang berbaring lemah tersebut adalah mantan kami berdua. pastinya aku dulu baru teman saya hehehhe (kena tikung). ia berbaring menyingkuri kami yang datang waktu itu, entah apa yang ada dipikirannya ia sesekali meneteskan air mata. melihat kondisinya aku langsung teringat terus bagaimana dengan kondisi teman saya yang waktu itu tengah menjadi sopir mobil tersebut.
aku langsung menghubungi salah satu nomor korban kecelakaan tersebut dan alhamdulillah mereka tidak separah yang korban patah tulang alami.
suasana heningpun mulai menyelimuti, aku yang tidur di musholla waktu itu terbangun pada pukul 03.00 wib. aku berjalan menuju kamar korban tadi dan menemaninya yang tidak bisa menutupi kaki membeku kedinginan tersebut. tanpa bicara aku menutupi kakinya dengan selimut disampingnya. lalu kami mulai beradu bola mata dan iapun menceritakan alur cerita sebelum tragedi tersebut menimpa mereka semua.

Anggaplah angin berlalu
Setelah lusa mengelabuhi nanda
Anggaplah bahagia akan tercipta
Setelah hujan kian mereda
Tenanglah mentari akan menyapa

 
Sekian hari bergelut dengan jeruji kota
Menyebrangi lautan penuh dusta
Berpacu mengendalikan perahu yang kian menua
Dekatlah esok nanda kan terima
Kado manis terindah, berhias seribu bunga
Yang kan Menerangi setiap sudut cahaya
Nikmatilah, angin lusa akan berlalu

#owwdien/23:12/22/07/2017

bersambung ...

hampa

Peristiwa ini terjadi ketika senja jingga menyapaku, aku yang tengah duduk manis sambil merenung di atas kursi bambu menatap sayu, dan mulailah aku meluapkan ekspresi ketidaknyamanan ku melalui pena ini

HAMPA

tak hengkang waktu tetap kudaki
merangkat, berdiri, berjalan, dan berlari

lautan angin, bersautan saling menari
hingga terlelapku di penghujung ufuk mimpi

aku terbangun mendengar titipan angin
menerpa setiap telinga yang berdering
merambat di setiap akar beringin
hingga waktu melarutkan jiwa yang hening

langit senja merayu untuk berdiri
mendengarkan setiap jeritan celoteh hati
sedang bulan mulai mencampakkan diri

beribu bintang tak lagi mau bersaksi
terhalang awan hitam mulai ku mencari
menyetubuhi malam melekatkan gigi
berselimut embun tak jua ku dapati
hingga hangat mentari membawaku pergi
dan mati.

#owwdien/26/07/2017,18:15

aku merindu

Malam ini agan berbagi sebuah puisi karya agan yang sudah lama tapi nggak papa dari pada hilang lebih baik agan simpan saja di blog ok berikut puisinya.
 
Aku merindu

Aku merindu.....
Mendayu dayu melahap mentari dalam sendu

Bias Jingga menghias setiap helai rambut itu
Menemani senja yang tak pernah usai berlalu

aku terbunuh oleh sepi
Yang memojokkan ku tuk sendiri
Dalam bilik sudut sudut cintamu
Aku tersesat
Oleh rindu yang kian menghujat
Menyapa pagiku bersama aroma tubuhmu
Kala itu....
Aku terbunuh oleh rindu
Wajah yang sering singgah
Hingga telah mendarah, musnah
Sendu berlayar mengambang
Pada lautan tak terjamah
Aku terbunuh oleh waktu
aku termangu mengingat
Api cintamu menghanguskan dahan dahan dan ranting jiwa
Hangat tanganmu terasa melekat di sela sela jariku
Yang kini berlalu tersapu menjadi abu
Aku tertipu oleh rindu
Andai saja kamu tahu
andai saja tak kutemui kala itu
Aku mungkin tidak
Merindu bersama waktu...

#owwdien/27/07/2017,16:46


Terkecoh, oleh jingga senja yang kelam
Menghilang melepas matahari yang lama terbenam
Bisu membisu mencampakkan bintang yang bertebaran
Memeluk angin dibawah sorotan cahaya rembulan

Mengarungi angan
Ku temukan hadirmu pada bentangan biru
Melambai lambai menyapa diriku dengan ayu
Sesekali mataku mengapit pandangan
Saling bercumbu melepas segenap rindu
Tidak
Bukan memoriku
Terlihat layu,
Yang sirna oleh ludah sore itu

#owwdien/19:33/28/07/2017

 pinggiran

Bola mata ku kembali layu
Tersendu melihat tulang rapuh bersandar pada batu
Di pinggiran kota kau bertalu dengan waktu
Mengejar angan tak kenaĺ rasa malu

#owwdien/28/07/2017,06:50

 ok itu sedikit puisi karya saya masih kaku dan namanya masih belajar silahkan beri krisan di kolom komentar dibawah ini terimakasih.

contoh cerpen mini

Hy...... sobat literasi. salam santun dari saya & ini adalah post pertama, mimin akan berbagi sebuah cerpen mini pengalaman pribadi saya owwdien yang waktu itu terjadi sekitar tangal 31 Juli 2017. tapi ini yang edit bukan saya melainkan temen fb ane yang kebetulan baru pertama kenal thanks buat editamnnya. eitts malah curhat langsung saja simak cerita saya berikut ini.
Di tengah kesibukanku menyelesaikan pekerjaan. Denting penanda sebuah chat masuk tertangkap pendengaran. Mengalihkan perhatianku dari tumpukan tugas yang tak juga usai, sekalipun hari kian larut.
 aku meraih handphone yang sejak tadi tergeletak di samping kiri, ketika menyentuh layar handphone, aku menemukan foto dari seseorang yang tak lagi asing dimataku,. Mengela napas, aku kembali meletakan benda persegi itu ketempatnya semula, setelah membaca isi chat balasan darinya.

***

Hangatnya Mentari mulai menyapaku yang masih bersembunyi dibalik selimut. Menyembunyikan diri dari dinginnya embun pagi yang kadang mencubit kulit.
Mengabaikan hal lainnya, aku meraih handphone yang berada di atas nakas samping kananku. Mulai mengetikan setiap kata yang ingin aku sampaikan padanya. Dan tak lama, aku mendapatkan chat balasan darinya. Kami terus saling membalas chat satu sama lain. Aku bahkan tak sadar ketika Mentari mulai meninggi. Mengantarkan panas yang aku rasa menjalari hingga otak dan hatiku.

Aku terus mengikuti alunan chat yang ia berikan. Hingga mencapai titik Puncak, aku pun akhirnya hanya diam.
Setelah jeda beberapa menit, akhirnya kau pun mengatakan "maaf, aku hanya berbohong."
Ya, aku hanya diam sambil tersenyum tipis. Dengan perasaan yang tak lagi menentu. Seakan berharap, ini hanyalah bagian dari mimpi buruk. Karena aku tak menyangka kau melakukan itu padaku.

Deretan chat mu yang berisikan permintaan maaf, hanya aku balas dengan kata ya, ya, ya, dan ... ya.
Hatiku sungguh benar-benar tidak bisa menerima. Jika orang yang paling aku cintai dan sayangi. Dengan bangganya membohongiku. Padahal sedikit pun, aku selalu menjaga agar ia tak terluka. Tetapi mengapa?

Hari ini, entah apa yang ada di pikiranku? Fb, WA, Nomor, bahkan semua foto yang berhubungan dengannya. Ingin sekali aku lenyapkan, hingga tidak ada lagi memori tentangnya yang ... Tersisa.

huhuhu,..... peristiwa ini sungguh menyedihkan bagi saya. 
terimakasih sob ya mau dengar curhatan ane sekian terimakasih jangan lupa comentnya

Pening lumpuhkan setiap gerak Hanya menatap atau mungkin tidak Ku kembali bangun dari pelataran mimpi Saat itu juga muram makin ...