hampa

Peristiwa ini terjadi ketika senja jingga menyapaku, aku yang tengah duduk manis sambil merenung di atas kursi bambu menatap sayu, dan mulailah aku meluapkan ekspresi ketidaknyamanan ku melalui pena ini

HAMPA

tak hengkang waktu tetap kudaki
merangkat, berdiri, berjalan, dan berlari

lautan angin, bersautan saling menari
hingga terlelapku di penghujung ufuk mimpi

aku terbangun mendengar titipan angin
menerpa setiap telinga yang berdering
merambat di setiap akar beringin
hingga waktu melarutkan jiwa yang hening

langit senja merayu untuk berdiri
mendengarkan setiap jeritan celoteh hati
sedang bulan mulai mencampakkan diri

beribu bintang tak lagi mau bersaksi
terhalang awan hitam mulai ku mencari
menyetubuhi malam melekatkan gigi
berselimut embun tak jua ku dapati
hingga hangat mentari membawaku pergi
dan mati.

#owwdien/26/07/2017,18:15

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pening lumpuhkan setiap gerak Hanya menatap atau mungkin tidak Ku kembali bangun dari pelataran mimpi Saat itu juga muram makin ...