puisi luka

kau

bohong

mendung bola matamu
petang terangsang semu
memutar dera siksa lara
dalam dekap sengketa kata

membisu antara benci dan cinta
menyita lamunan kejanggalan dusta
menyabung keegoisan dalam berpihak
tak mengindahkan kesetiaan tanpa hak

sebagaimana purnama
menyaksikan persinggahan cinta
menjadi saksi bintang, yang elok bersinar terang
dalam langit kerinduan, kebohongan menjadi mendung tak terelakkan

#owwdien/01/08/2017.22:00

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pening lumpuhkan setiap gerak Hanya menatap atau mungkin tidak Ku kembali bangun dari pelataran mimpi Saat itu juga muram makin ...