contoh cerpen mini

Hy...... sobat literasi. salam santun dari saya & ini adalah post pertama, mimin akan berbagi sebuah cerpen mini pengalaman pribadi saya owwdien yang waktu itu terjadi sekitar tangal 31 Juli 2017. tapi ini yang edit bukan saya melainkan temen fb ane yang kebetulan baru pertama kenal thanks buat editamnnya. eitts malah curhat langsung saja simak cerita saya berikut ini.
Di tengah kesibukanku menyelesaikan pekerjaan. Denting penanda sebuah chat masuk tertangkap pendengaran. Mengalihkan perhatianku dari tumpukan tugas yang tak juga usai, sekalipun hari kian larut.
 aku meraih handphone yang sejak tadi tergeletak di samping kiri, ketika menyentuh layar handphone, aku menemukan foto dari seseorang yang tak lagi asing dimataku,. Mengela napas, aku kembali meletakan benda persegi itu ketempatnya semula, setelah membaca isi chat balasan darinya.

***

Hangatnya Mentari mulai menyapaku yang masih bersembunyi dibalik selimut. Menyembunyikan diri dari dinginnya embun pagi yang kadang mencubit kulit.
Mengabaikan hal lainnya, aku meraih handphone yang berada di atas nakas samping kananku. Mulai mengetikan setiap kata yang ingin aku sampaikan padanya. Dan tak lama, aku mendapatkan chat balasan darinya. Kami terus saling membalas chat satu sama lain. Aku bahkan tak sadar ketika Mentari mulai meninggi. Mengantarkan panas yang aku rasa menjalari hingga otak dan hatiku.

Aku terus mengikuti alunan chat yang ia berikan. Hingga mencapai titik Puncak, aku pun akhirnya hanya diam.
Setelah jeda beberapa menit, akhirnya kau pun mengatakan "maaf, aku hanya berbohong."
Ya, aku hanya diam sambil tersenyum tipis. Dengan perasaan yang tak lagi menentu. Seakan berharap, ini hanyalah bagian dari mimpi buruk. Karena aku tak menyangka kau melakukan itu padaku.

Deretan chat mu yang berisikan permintaan maaf, hanya aku balas dengan kata ya, ya, ya, dan ... ya.
Hatiku sungguh benar-benar tidak bisa menerima. Jika orang yang paling aku cintai dan sayangi. Dengan bangganya membohongiku. Padahal sedikit pun, aku selalu menjaga agar ia tak terluka. Tetapi mengapa?

Hari ini, entah apa yang ada di pikiranku? Fb, WA, Nomor, bahkan semua foto yang berhubungan dengannya. Ingin sekali aku lenyapkan, hingga tidak ada lagi memori tentangnya yang ... Tersisa.

huhuhu,..... peristiwa ini sungguh menyedihkan bagi saya. 
terimakasih sob ya mau dengar curhatan ane sekian terimakasih jangan lupa comentnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pening lumpuhkan setiap gerak Hanya menatap atau mungkin tidak Ku kembali bangun dari pelataran mimpi Saat itu juga muram makin ...